04 March 2008

Berkomunikasi dengan Anak, Sulitkah?

Berkomunikasi dengan Anak, Sulitkah?


MINGGU, 2 MARET 2008 | 17:55 WIB
Oleh : Sawitri Supardi Sadarjoen
KEBANYAKAN orangtua berpendapat, kalau anaknya pendiam atau sibuk bermain sendiri, berarti anaknya manis, penurut, mandiri, dan tidak perlu mendapat perhatian khusus.
Sementara kebanyakan orangtua yang disibukkan oleh anak yang sangat rewel, sering memberi sebutan anak itu nakal, banyak maunya, dan tidak menurut.
Terhadap anak yang pendiam, mandiri, dan selalu menyiapkan keperluan sekolah sendiri, orangtua merasa segala hal sudah tercukupkan karena anak tersebut memang pada dasarnya anak manis yang penurut dan tahu akan kewajibannya.
Namun, dapat terjadi orangtua dikejutkan perilaku anak yang semula manis, penurut, dan tahu kewajiban tersebut tiba-tiba mogok sekolah, tidak kooperatif, serta menunjukkan sikap melawan orangtua. Apa pun yang disarankan orangtua seolah mental dan tidak berpengaruh. Anak jadi mengurung diri dan baru keluar kamar bila lapar atau perlu ke kamar mandi.
Orangtua menjadi bingung. Anak dimarahi dan dibentak dengan ungkapan, ”Ngomong dong, ada apa, kenapa enggak mau sekolah!” Bahkan dipukul sekalipun anak bergeming, malahan bisa mengatakan, ”Bunuh saja saya sekalian.” Walaupun, setelah beberapa saat anak akhirnya mau membuka mulut, menceritakan sepintas kenapa dia mogok sekolah.
Ternyata anak mendapat pelecehan dari teman-teman di kelas, dimusuhi sebagian besar teman kelasnya, bahkan dikata-katai. Tekanan emosional yang dialami anak sudah sedemikian besar dan tidak tertanggulangi lagi sehingga anak memutuskan mogok sekolah. Apa pun upaya orangtua dan guru untuk menarik kembali anak ke sekolah tidak berhasil. Anak tetap mengurung diri dengan konsekuensi tidak naik kelas. Sementara untuk pindah sekolah dan tidak naik kelas menuntut upaya khusus bagi anak dalam beradaptasi. Masalah semakin kompleks bagi anak di kemudian hari, apalagi bila kemudian ia juga mengalami kesulitan adaptasi dengan lingkungan baru.
Menyimak kasus anak mogok sekolah tersebut, kita dapat menyimpulkan, di balik perilaku mogok sekolah yang dilakukan anak tersebut, tersirat masalah yang lebih serius, yaitu kenyataan selama ini anak mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orangtua.
Andaikan anak terbiasa terbuka kepada orangtua dan mampu dengan lancar mengutarakan perasaan dan pengalaman di sekolah, maka sebelum masalah yang dialami menjadi separah itu, orangtua dengan cepat bisa meminta guru membantu anak mengatasi masalah pelecehan yang dilakukan teman sekelas terhadap anak tersebut sehingga terhindar dari kemungkinan ekses dari pelecehan tersebut terhadap kelanjutan studi anak.
Yang terpenting, anak merasa didengar dan didukung orangtua manakala ia membutuhkan. Perasaan ini merupakan esensi dari rasa aman anak yang dibutuhkan bagi tumbuh kembang kepribadian anak di kemudian hari.
Mendengar anak
Mendengar efektif bukan hal mudah. Anak-anak dan remaja sering mengamati, orangtuanya tidak mendengarkan apa yang mereka ungkapkan.
”Ibu saya selalu teriak kalau saya baru akan mengutarakan perasaan saya secara jujur.”
”Ayah saya lebih mendengarkan kakak daripada saya, jadi saya lebih baik diam saja.”
Sebaliknya, orangtua juga mengatakan seperti berikut:
”Kalaupun saya bertanya, anak nomor dua ini tidak pernah bercerita apa pun tentang sekolahnya.”
”Setiap kali saya mulai bicara tentang sesuatu yang penting, dia hanya menjawab, ’Ah, Papah’, sambil terus pergi meninggalkan saya.”
Menyimak contoh komunikasi tersebut, kita dapat menyimpulkan, baik anak, remaja, maupun orangtua membutuhkan dirinya diterima dan dihargai baru mereka dapat menjalin komunikasi efektif. Biasanya, daripada merasa ditolak, mereka lebih memilih menghindari komunikasi sehingga terciptalah iklim relasi yang dingin, tidak hangat, tidak terpercaya, dan seperlunya.
Cara meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan anak, antara lain:
1. Ciptakanlah situasi yang nyaman dengan anak, sekitar 15 menit. Misalnya, saat-saat sebelum makan malam atau sesudah makan malam dengan mengawali komunikasi tentang hal-hal ringan sambil tidak memaksa anak bicara.
Saat akhir minggu mintalah anak memilih permainan atau aktivitas yang anak sukai dan bisa dilakukan bersama orangtua. Misalnya, bermain ular tangga atau main kartu remi (cangkulan) yang juga bisa diikuti anak yang lain. Atas dasar pengalaman bermain santai, anak akan dengan sendirinya menumbuhkan rasa percaya kepada orangtua dan merasa diterima kehadirannya di hadapan orangtua.
2. Mulailah mendengar dan saling berbagi cerita, bisa bergantian menceritakan artikel yang dibaca atau mulai mendengar keluhan anak tanpa mengadili atau memberikan saran apa yang harus dilakukan anak.
3. Lakukan kontak mata yang luwes dan bersahabat saat mendengar cerita anak.
4. Jadilah diri sendiri apa adanya, artinya tidak perlu menjaga gengsi sebagai orangtua. Bersikaplah rileks dan tanggapilah ungkapan dan pendapat anak dengan sikap terbuka dan jujur. Tidak perlu harus menunjukkan wibawa orangtua selalu benar. Terkadang anak juga ingin melihat orangtuanya bisa salah. Bila ternyata pendapat orangtua salah, cobalah bersama anak mencari jawaban yang benar sehingga anak akan merasa dihargai. Perasaan dihargai akan menunjang peluang berkembangnya perasaan dipercaya dan terpercaya.
Dengan memperbaiki komunikasi dengan anak dan meluangkan perhatian khusus kepada anak yang justru pendiam dan tampak bersikap manis, upaya preventif orangtua terhadap kemungkinan terjadinya gangguan perilaku anak, seperti mogok sekolah atau berbohong, akan berhasil secara optimal. Semoga.
http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.03.02.17554253&channel=1&mn=20&idx=27

Bayi Butuh Tidur Berkualitas

Bayi Butuh Tidur Berkualitas

RABU, 20 FEBRUARI 2008 | 14:09 WIB
JAKARTA, RABU - Anda telah dikaruniai bayi atau punya batita? Perhatikan pola tidur buah hati anda. Sudahkah kebutuhannya akan tidur berkualitas terpenuhi? Menurut penelitian para ahli, tidur berkualitas, bukan sekadar tidur, merupakan hal penting dalam proses tumbuh kembang yang optimum pada bayi dan batita, karena di waktu mereka tidur terjadi puncak aktivitas regenerasi sel-sel tubuh dan tumbuh kembang otak.
Pola tidur yang baik pada bayi dan batita paling ideal dibentuk ketika mereka berumur 3-6 bulan. Ciri bayi dan batita yang mendapat cukup waktu tidur adalah mudah tertidur malam hari, mudah terbangun pagi hari, tidak rewel, mudah diatur, dan tak memerlukan tidur siang yang melebihi kebutuhan sesuai dengan perkembangannya.
Tidur berkualitas pada bayi dan batita bisa diperoleh jika mereka melewati dua tahapan tidur, yaitu tidur dalam atau tidur Non-REM (Non-Rapid Eye Movement) dan tidur aktif atau tidur REM.
Proporsi tidur REM pada bayi yang baru lahir adalah sebanyak 50% dari keseluruhan siklus tidur. Angka tersebut akan terus berkurang, hingga tinggal 20%, seiring pertambahan usia bayi.
Pola tidur
Pola tidur bayi dan batita akan berubah sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Bayi yang baru lahir biasanya akan tidur selama 16-20 jam dalam satu hari. Pada umur itu pola tidur tak teratur, lama tidur siang dan malam hampir sama, lebih dipengaruhi oleh rasa lapar dan kenyang bayi.
Pada usia 2-12 bulan, umumnya bayi tidur selama 9-12 jam pada malam hari dan tidur siang 1-4 kali sehari. Ketika berumur 12 bulan-3 tahun, si kecil biasanya tidur selama 12-13 jam sehari, dengan tidur siang rata-rata satu kali saja dalam sehari pada usia 18 bulan.
Anak berumur tiga tahun yang tidur siang akan memiliki kemampuan lebih dalam menyesuaikan diri. Hal itu sangat penting dalam menentukan keberhasilan di sekolahnya. Pada usia empat tahun, anak bisa tidak lagi membutuhkan tidur siang. Tidur pagi dan siang (nap) berkaitan erat dengan lamanya atensi, quiet alert, dan cepatnya proses pembelajaran.
Pola tidur bayi dan batita memang bervariasi. Tapi, dalam satu bulan setelah bayi lahir, seharusnya ritme tidur dan bangun yang rutin sudah dapat terbentuk. Waspadalah jika hingga umur enam bulan ia masih belum memiliki pola tidur yang relatif teratur, karena itu bisa berarti ia memiliki masalah tidur. (M1-08)

Tidur siang baik untuk meningktakna kemampuan ingatan jangka panjang.

Cukup Enam Menit untuk Perbaiki Memori


Tidur siang baik untuk meningktakna kemampuan ingatan jangka panjang.
KAMIS, 21 FEBRUARI 2008 | 19:11 WIB

BERLIN, KAMIS - Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa tidur sejenak pada siang hari dapat bermanfaat memperbaiki memori atau daya ingat.

Sebuah riset di Jerman yang dilaporkan dalam jurnal New Scientist edisi terbaru pun mendukung fakta tersebut. Namun riset terbaru ini menarik karena mengindikasikan bahwa tidur siang dalam waktu sangat singkat pun yakni enam menit saja cukup untuk meningkatkan kemampuan mengingat sesuatu.

¨Tidur yang sangat singkat dapat memicu pemrosesan daya ingat dalam otak,¨ ungkap studi tersebut seperti dikutip BBC.

Adalah tim peneliti dari University of Dusseldorf Jerman, yang dipimpin Dr Olaf Lahl, yang mengungkap teori tersebut. Mereka melakukan pengujian untuk melihat sejauh mana tidur dalam waktu singkat berpengaruh terhdap daya ingat. Peneliti melibatkan sekelompok pelajar yang diminta mengingat serangkaian kata dan kemudian diberi waktu istirahat satu jam sebelum testing.

Di sela-sela istirahat satu jam, beberapa pelajar diperkenankan tidur selama enam menit, sementara yang lain tetap dalam kondisi terjaga. Hasilnya memang di luar dugaan, mereka yang sempat tidur ternyata menunjukkan kemampuan lebih baik dalam tes memori.

Hasil riset ini langsung direspon oleh seorang ahli dari Inggris yang menyatakan keraguannya. Professor Jim Horne, dari Sleep Research Centre di Loughborough University menilai bahwa manusia membutuhkan waktu tidur yang lebih lama untuk memperbaiki daya ingatnya.

Sejumlah riset memang telah membuktikan bahwa siklus tidur-bangun memainkan peran penting dalam perbaikan memori. Beberapa teori juga menyebutkan bahwa pemrosesan memori terjadi pada saat tidur lelap atau deep sleep, fase yang biasanya tidak akan dimulai hingga sekurangnya 20 menit setelah tidur.

Namun begitu, Dr Olaf Lahl dan timnya mengatakan tidak mustahil bahwa momen tertidur dapat memicu sebuah proses dalam otak yang bakal terus berlanjut tanpa dipengaruhi seberapa lama seseorang terjaga.

¨Dalam pengetahuan kita, ini mendemonstrasikan untuk pertama kalinya bahwa sebuah episode tidur yang sangat singkat menyediakan peningkatan daya ingat yang efektif, tulis Dr Olaf dalam laporannya.

Professor Jim Horne berkomentPOST http://www.blogger.com/post-create.do HTTP/1.0ar bahwa riset yang dilakukan Dr Olaf ini terbilang menarik meski ia belum yakin bahwa efeknya hanya pada peningkatan memori semata.

¨Ide bahwa memori bisa ditingkatkan hanya dalam enam menit adalah temuan yang cukup unik dan harus ditanggapi dengan lebih hati-hati. Ada cukup bukti bahwa proses memori mungkin terjadi lebih dari enam menit setelah tidur,¨ tegasnya.
http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.02.21.19111044&channel=1&mn=20&idx=27

29 February 2008

Penyakit Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi

Penyakit Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi
Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesiadapat
memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman
"KELADI TIKUS" (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman
obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan
berbagai penyakit berat lain.

Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya
tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. "Tanaman
ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kata Drs.Patoppoi Pasau,
orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia .

Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris
K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti
Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga

perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan
pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia Baru,
Singapura, dan berbagai negara di dunia.

Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di
Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker
payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah
kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus
menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk
menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.
"Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami
menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan
kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan,"
jelas Patoppoi.

Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus
berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan
informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati
kanker. "Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysiauntuk membeli
teh tersebut,"
ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah
toko
obat di Malaysia , secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku
mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan
Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996.
"Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut.
Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi,
tapi langsung pulang ke Indonesia ," kenang Patoppoi sambil tersenyum.
Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.

Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat
Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman
tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat,
familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata,
mereka menemukan tanaman itu di sana . Setelah mendapatkan tanaman
tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di
Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.

Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa

tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar
tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat,"
lanjut Patoppoi.
Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai
memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku
tersebut
untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya,
Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman
tersebut.
"Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari di
pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut
tumbuh liar di
pinggir sungai," kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu.

Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami
penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti
rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. "Bahkan nafsu makan
ibu saya pun kembali normal," lanjut Boni.

Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani
pemeriksaan kankernya. "Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh
mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta ," kata Patoppoi. Para
dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada
isterinya. "Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan
dosis kemoterapi kepada kami," lanjut Patoppoi.

Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter
pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar
mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak
mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan
pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali
diundur menjadi enam bulan sekali."Tetapi karena sesuatu hal, para
dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan
tanaman sebagai
pengobatan alternatif," sambung Boni sambil tertawa.

Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan
keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi
Dr.Teo

melalui fax untukmenginformasik an bahwa tanaman tersebut banyak terdapat
di Jawa dan
mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia.
Kemudian Dr . Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu
apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi.
Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam
bahasa Indonesiadan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan

agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha
nyata membantu penderita kanker di Indonesia.
Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai
meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa
Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala,
penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan
salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan
di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan
tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut.
"Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos,"
ujar Boni.
Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari,
bisa sekitar 30 telepon yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar
300 orang
yang datang ke sini," lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani,
Buduran Sidoarjo.

Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim
stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi.
Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku
dijual
untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos.
Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien
tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi,
karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.

Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi
berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur
Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno,
Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang , Malaysia . Di kantor Pusat

Cancer Care Penang, Malaysia , Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut

mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia .
Ternyata saat Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet They Live" edisi
revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut,
serta pengalaman
isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan
mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan

perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya . Maka secara resmi,
Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer
Care Indonesia , yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care,
yaitu di

Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta , telp. 021-4894745,
dan di Buduran, Sidoarjo.

Cancer Care Malaysiatelah mengembangkan bentuk
pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi
ekstrak Keladi Tikus
dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai
tananaman lainnya dengan dosis tertentu. "Dosis yang diperlukan
tergantung penyakit yang diderita," kata Boni.

Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang
menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax

ke Dr. Teo. "Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan.
Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus

obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia , sekitar 40-60 Ringgit

Malaysia ," lanjut Boni.
"Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik
keuntungan,
malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan
waktu pembayaran. " tambahnya.

Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah
satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker
ginjal. Adadua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat
sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabayaini. Pasien
pertama yang
mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus,
karena telah
ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah
menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan
rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah.
Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini
menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu
proses penyembuhan kemoterapi.

Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami
penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi
dokter ini menolak untuk diekspos karena
menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia .
Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan
alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai "ter-kun" atau
dokter-dukun.
"Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern,"
kata dokter tersebut.

Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan
bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan
sabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat

kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III,
pasien tersebut mengkonsumsi pil
dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata
obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah
penderita dan
mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut.
"Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus,
dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul
resistensi. Jadi jangan
seperti kebo, habis mandi berkubang lagi," sambung Boni sambil tertawa.

Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan
kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak
mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat
kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan.

Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah
disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker
payudara, paru-paru, usus besar-rectum,

liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa,
leukemia, empedu, pankreas,
dan hepatitis.

Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran
Ringgit
Malaysiaselama 5 tahun
dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan.

Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan
dengan artikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial

"Cancer Care Indonesia " beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no.5 Jakarta ,
telp : 021-4894745_ ,_.___


27 February 2008

Pisang Lezat dan Sarat Manfaat

Pisang Lezat dan Sarat Manfaat

Buah ini serba guna. Tak cuma lezat dimakan dan diolah menjadi berbagai macam hidangan, buah ini juga berkhasiat untuk kesehatan.

Pisang adalah buah yang tersedia sepanjang tahun. Ia disebut buah yang sempurna. Pisang bisa dimakan mentah atau juga diolah sehingga menjadi hidangan yang lezat. Pisang juga punya sebutan lain: Musa acuminata.

Acuminata berarti berukuran panjang atau meruncing. Nama ini berasal dari Antonius Musa. Ia adalah ahli fisika yang bekerja pada kaisar Romawi Octavianus Augustus dan diserahi tugas mempromosikan penanaman buah dari Afrika ini pada tahun 63-14 SM.

Adalah pelaut Portugis yang membawa pisang ke Eropa dari Afrika Barat di awal abad ke-15. Nama aslinya adalah banema, yang menjadi banana dalam bahasa Inggris. Meski ditemukan di Afrika, benih asli pisang ternyata berasal dari Asia Timur dan Oseania.

Pisang jaman dahulu bukanlah pisang yang kita kenal hari ini, tapi berwarna merah dan hijau. Pisang berwarna kuning adalah hasil pembenihan pisang masak, yang ditemukan orang Jamaika tahun 1936, Jean Francois Poujot. Ia juga menemukan, pisang jenis ini lebih manis ketika belum matang, dan tidak perlu dimasak.

Pohon pisang memiliki banyak kegunaan. Daunnya bisa digunakan sebagai pembungkus, terutama di kawasan Amerika Latin, Karibia dan kebudayaan Asia. Bunganya juga. Tapi jika bunganya dimakan, buah pisang tidak akan tumbuh.
Secara botanis pisang diklasifikasikan sebagai berry. Ada lebih dari 400 varietas pisang. Asal tahu saja, pisang adalah buah-buahan yang paling banyak terjual di dunia, melampaui apel dan jeruk.

Penyembuh mabuk
Pisang sangat cocok untuk mengatasi sakit pusing atau mabuk, terutama yang disebabkan konsumsi alkohol. Pusing bisa terjadi karena dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan kekurangan potasium. Nah, pisang mengandung banyak potasium.

Pisang juga memiliki kandungan magnesium tinggi, yang dapat membuat tubuh menjadi rileks. Karena merasa rileks, maka dengan sendirinya rasa pusing pun menghilang. Kandungan lainnya adalah triptophan yang membuat kita lebih mudah mengantuk.

Jadi, jika Anda begadang dan tidak ingin merasa pusing ketika bangun tidur, makanlah pisang sebelum tidur. Dengan begitu, Anda bisa tidur nyenyak dan bangun dalam keadaan bugar. Perlu juga Anda tahu, pisang juga sarat vitamin C. Selain itu, pisang adalah antasid alamiah dan mencegah tPOST http://www.blogger.com/post-create.do HTTP/1.0imbulnya rasa panas dalam perut.

Pemilihan
Umumnya, petani memetik buah pisang yang tua namun masih berwarna hijau. Kemudian, pisang itu diperam selama beberapa waktu hingga warnanya berubah menjadi kuning atau kemerahan. Tak cuma berubah warna, pisang yang telah matang ini juga berubah tekstur, aroma, dan rasanya. Tekstur daging buahnya menjadi lebih lembut, aroma menjadi lebih harum, sementara rasanya jadi lebih manis.

Di dalam setiap buah pisang terdapat biji kecil yang memproduksi hormon pematang, campuran gas etil dan karbondioksida. Karena itu, ketika memilih pisang, pikirkanlah rentang waktu konsumsinya. Untuk pisang yang akan segera dikonsumsi, pilih yang sudah matang. Sebaliknya, pilih yang setengah matang untuk penggunaan jangka panjang.

Dari tampilannya, pilih pisang yang berwarna cerah, penuh, dan montok. Hindari pisang yang cacat. Warna kusam dan kehitaman menunjukkan pisang sudah terlalu matang atau kepanasan selama penyimpanan. Lalu, bagaimana tanda-tanda pisang yang sudah matang? Pisang yang sudah matang, warna kulitnya biasanya kuning mulus, dan tidak terdapat lapisan kulit yang masih berwarna hijau.

Selain warnanya, Anda juga bisa mengamati tingkat kekerasan kulitnya. Jika kulit pisang masih kaku dan keras sehingga Anda tidak bisa membukanya untuk mengupas pisang, berarti ia belum cukup matang. Pisang yang belum matang juga bisa tampak dari daging buahnya.

Kalau daging buahnya masih berwarna pucat dan terasa sepat di lidah, artinya pisang itu belum matang. Hati-hati lho dengan pisang mentah. Sebab, jika Anda memaksakan diri untuk menyantapnya tanpa memasaknya terlebih dahulu, jangan kaget kalau Anda mengalami gangguan pencernaan berupa konstipasi (sembelit). berbagai sumber/ira

Pisang Manfaat Gizi Hingga obat luka

Pisang
Manfaat Gizi Hingga Obat Luka


Buah pisang bukan sesuatu yang istimewa atau aneh dalam keseharian kita. Setiap orang setidaknya pernah mengonsumsi buah yang bernama Latin Musa sapientum L ini. Kalau di Kota Metropolitan pohon pisang sudah jarang ditemukan, di luar Ibu Kota orang masih bisa menemukannya dengan mudah. Tanaman ini biasa ditemukan di lahan-lahan kosong, atau di halaman rumah.

Walaupun sedemikian akrab dengan pisang, bisa jadi tak banyak orang tahu multimanfaat dari tanaman ini. Buah pisang, misalnya, memiliki kandungan zat gula (karbohidrat) yang lebih tinggi ketimbang yang dikandung oleh buah-buah yang lain. Karena itu, buah pisang bisa menjadi salah satu sumber tenaga yang baik bagi tubuh kita. Manfaat lainnya, buah pisang pun sangat aman dikonsumsi saat perut kita tengah kosong, atau ketika dikonsumsi oleh penderita tukak lambung.

Unsur folat alami yang dikandun buah pisang sangat baik untuk kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Buah berwarna kekuningan ini mengandung kadar zat besi yang tinggi sehingga sangat bagus bagi penderita anemia karena bisa menunjang proses terapi nutrisi. Bagi penderita sakit perut dan gangguan pencernaan buah pisang menjadi sahabat sangat baik untuk menghadapi sakit tersebut.

Tak hanya buahnya yang bermanfaat bagi manusia. Daun pisang pun ternyata memiliki manfaat yang cukup baik. Selain digunakan sebagai pembungkus makanan, daunnya ternyata bisa digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar. Caranya, bakar daun pisang itu hingga menjadi abu, lalu campurkan abu daun pisang dengan minyak kelapa. Setelah itu oleskan campuran tersebut pada kulit yang terbakar itu. Efeknya mampu mendinginkan kulit yang terbakar sekaligus membuka pembentukan sel kulit baru.

Dari getahnya pun pohon pisang bermanfaat. Getahnya cukup ampuh sebagai obat luka, terutama luka akibat senjata tajam. Selain bisa menghentikan pendarahan, getah pohon pisang dapat mempercepat proses merapatnya bagian yang terkena luka. Dulu sebelum masyarakat mengenal obat merah getah pohon pisah dipakai sebagai obat utama luka-luka.

pisang02 : phuketjettour.com
pisang03 : kepu.ac.cn
pisang04 : 7art-screensavers.com

(

Mencegah dan Mengatasi Batu Empedu Secara Alamiah

Wednesday, December 21, 2005
Mencegah dan Mengatasi Batu Empedu Secara Alamiah
Oleh : Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma

Kandung empedu merupakan organ berbentuk buah pir kecil yang terletak di
perut sebelah kanan, dan tersembunyi di bawah hati. Kandung empedu
menyimpan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Selama makan, kandung
empedu akan berkontraksi (menciut) sehingga mengeluarkan sedikit cairan
empedu yang berwarna hijau kecoklatan ke dalam usus halus. Cairan empedu
berguna dalam penyerapan lemak dan beberapa vitamin, seperti vitamin A,
D, E, dan K. Empedu merupakan campuran dari asam empedu, protein,
garam-garam kalsium, pigmen dan unsur lemak yang disebut kolesterol.
Sebagian dari empedu yang memasuki usus halus akan diteruskan dan
dikeluarkan melalui feses.

Kelainan utama yang dapat timbul pada kandung empedu adalah terbentuknya
batu. Hal ini juga dapat terjadi pada saluran empedu. Batu empedu
disebabkan oleh perubahan secara kimiawi pada empedu seseorang. Batu
empedu terbentuk dari endapan kolesterol, pigmen bilirubin dan garam
kalsium yang mengeras, namun kebanyakan batu kandung empedu terbentuk
dari kolesterol. Timbulnya batu empedu akan menjadi masalah bila masuk
ke salah satu saluran yang menuju ke usus halus. Kadang-kadang batu
dapat terbentuk dalam saluran empedu itu sendiri, misalnya karena bekas
jahitan pada suatu operasi.

Pada kandung empedu, batu dapat menyebabkan peradangan yang disebut
kolestitis akut, hal ini karena adanya pecahan batu empedu di dalam
saluran empedu yang menimbulkan rasa sakit. Batu-batu yang melalui
kantong empedu dapat menyangkut di dalam hati dan saluran empedu,
sehingga menghentikan aliran dari empedu ke dalam saluran pencernaan. Di
samping itu, terdapat faktor lainnya yang memulai terjadinya proses
pembentukan batu empedu. Unsur ini bisa berupa protein yang terdapat
pada cairan lendir yang dibentuk kandung empedu dalam jumlah kecil. Hal
ini memungkinkan kolesterol, bilirubin, dan garam kalsium membentuk
partikel seperti kristal padat. Bentuk dari batu empedu bermacam-macam,
yaitu batu yang terbentuk dari kolesterol berwarna kuning dan mengkilat
seperti minyak, batu yang terdiri dari pigmen bilirubin bisa berwarna
hitam tetapi keras atau berwarna coklat tua tetapi rapuh. Ukurannya juga
berPOST http://www.blogger.com/post-create.do HTTP/1.0macam-macam dari yang kecil hingga sebesar batu kerikil, tetapi
rata-rata berdiameter 1 - 2 cm.

Meskipun penyakit kantong empedu tidak menunjukkan gejala, pada keadaan
memburuk gejala yang biasa ditimbulkan adalah serangan pada waktu makan
makanan yang mengandung lemak tinggi jika seseorang sudah mengidap batu
empedu. Hal ini terjadi karena lemak tersebut memicu hormon merangsang
kantung empedu berkontraksi sehingga memaksa empedu yang tersimpan masuk
ke dalam duodenum yaitu jalan keluar menuju usus kecil, jika batu
menghambat aliran empedu maka akan timbul gejala seperti sakit yang akut
pada sebelah kanan atas perut dan mengarah ke punggung, antara bahu dan
ke dada depan. Gejala lainnya yaitu kolik, sendawa, gas dalam perut,
gangguan pencernaan, berkeringat, mual, muntah, kedinginan, suhu tubuh
agak tinggi, penyakit kuning (bila batu empedu menghalangi saluran
empedu), dan feses berwarna coklat.

Penyakit batu kandung empedu dan saluran empedu biasanya menyerang
orang-orang berusia antara 20 - 50 tahun. Penyakit ini 6 kali lebih
sering terjadi pada wanita sampai usia 50 tahun. Di atas usia tersebut
sama untuk kedua jenis kelamin. Selain itu, wanita yang mengalami lebih
dari 2 kali kehamilan, maka resiko mendapatkan batu empedu semakin
tinggi. Obesitas/kegemukan mempunyai resiko menderita batu empedu lebih
tinggi dibandingkan dengan yang tidak obesitas. Beberapa upaya
pencegahan terbentuknya batu empedu yang dapat ditempuh antara lain
menjaga berat badan agar tetap normal, menurunkan kolesterol, dan
mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat. Tetapi di lain pihak,
diet keras untuk menurunkan berat badan dengan cepat dapat merangsang
hati untuk mengeluarkan kolesterol dalam jumlah besar ke dalam cairan
empedu, sehigga dapat menimbulkan batu empedu.

Untuk mengetahui apakah tubuh kita terdapat batu empedu digunakan suatu
alat pendeteksi batu empedu yang disebut ultrasound, yaitu dengan
menggunakan gelombang suara yang tidak dapat didengar telinga. Gelombang
suara ini diarahkan ke tubuh dan pantulan gelombangnya kemudian diolah
komputer yang akan menunjukkan ada atau tidaknya batu empedu. Selain itu
batu empedu dapat diketahui melalui foto sinar X dan pemeriksaan darah
di laboratorium.

Bagi penderita batu empedu, prinsip utama perawatannya yaitu
mengistirahatkan kandung empedu. Hindari makanan berlemak karena lemak
merangsang kandung empedu untuk bekerja keras. Kandungan protein dalam
diet cukup 1 - 1 ½ gram per berat badan setiap hari. Kalori perlu pula
dibatasi, karena kebanyakan penderita batu empedu juga penderita
obesitas. Bahan makanan yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan juga
harus dihindari.

Cara alamiah yang dapat digunakan untuk mengatasi batu empedu yaitu :

30 gram daun keji beling segar + 30 gram sambiloto segar + 60 gram
rambut jagung direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya
disaring, diminum hangat-hangat.

60 gram herba kumis kucing segar + 30 gram tongkol jagung + 30 gram daun
meniran segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya
disaring, diminum hangat-hangat.

30 gram daun sendok segar + 30 gram daun kembang pukul empat segar + 100
gram akar alang-alang direbus dengan 700 ccc air hingga tersisa 300 cc,
airnya disaring, diminum hangat-hangat.

Minum jus apel sebanyak 4 gelas setiap hari selama 5 hari. Pada hari
ke-6 lakukan puasa, dan pada saat berbuka puasa minum air putih + 30
gram garam inggris, pada pukul 20.00 minum ½ gelas air lemon + ½ gelas
minyak zaitun, aduk lalu diminum.
Catatan : anda dapat menggunakan salah satu cara tradisional di atas,
lakukan secara teratur sehari 2 kali. Dalam melakukan perebusan gunakan
panci enamel atau periuk tanah. Tetep konsultasi ke dokter.
Sumber: hembing

Nyeri Dada, Tak Hanya Sakit Jantung

Nyeri Dada, Tak Hanya Sakit Jantung
Ketika dada terasa nyeri, banyak orang langsung berpikir tentang
serangan jantung. Keluhan ini memang kerap menandai gejala sakit
jantung. Ternyata banyak jenis penyakit yang salah satu indikasinya
adalah nyeri dada, diantaranya kanker paru, kanker payudara dan
meningkatnya asam lambung.

Tidak semua nyeri dada berasal dari adanya gangguan pada organ jantung.Namun, nyeri dada memang merupakan gejala khas dari sakit jantung.Menurut Dr. Hary Utomo, Sp. JP, nyeri dada karena kelainan jantungdiakibatkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan oksigen ke otot jantung.

Ketidakseimbangan itu bisa karena kebutuhan oksigen meningkat atau
pasokannya kelewat rendah, bisa juga kombinasi keduanya. Pada penderita penyempitan pembuluh nadi koroner (pembuluh darah yang menyuplai makanan), otomatis pengaliran darah terbatas.

"Kalau penderita membutuhkan konsumsi oksigen berlebih, seperti waktu berolahraga atau ketika menghadapi situasi menegangkan, misalnya marah, bisa diperkirakan timbulnya gejala angina atau nyeri dada tadi," papar dokter ahli jantung dan pembuluh darah dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta itu. Gejala ini bisa bertambah parah bila disertai kram pembuluh darah yang biasa disebut spasme.

Dapat berakhir fatal
Sensasi nyeri dada akibat penyakit jantung koroner bisa bermacam-macam. Biasanya berupa rasa tertindih beban berat, rasa dicengkeram, mual atau enek, rasa panas terbakar, atau rasa tercekik di leher.

Bagian tubuh yang mengalami keluhan itu bisa di tengah dada, ulu hati, juga antara tulang belikat, dengan penjalaran ke lengan kiri, leher dan rahang. Gejala ini awalnya timbul saat penderita melakukan kegiatan fisik yang menguras tenaga.

Keluhan tersebut biasanya akan hilang setelah penderita beristirahat. Namun, bila penyakit pembuluh darah tersebut dibiarkan berkembang, keluhan juga akan muncul di waktu istirahat.

Bertambah beratnya penyakit membuat nyeri dada berlangsung makin lama dan bisa disertai keringat dingin, gelisah, kaki dan tangan dingin, bahkan sampai kejang dan kesadaran menurun. Jika tidak segera mendapat pertolongan medis, kasus ini dapat berakhir fatal.

Angka kematian karena syok kardiogenik ini lebih dari 95 persen.
Kalaupun pasien tertolong, seringkali mengalami gejala sisa berupa
kelainan saraf atau gagal ginjal.

TesPOST http://www.blogger.com/post-create.do HTTP/1.0 Lebih Dini
Di rumah sakit, penderita nyeri dada akan menjalani pemeriksaan fisik, laboratoris dan foto rontgen. Jika dibutuhkan juga dilakukan
elektrokardiografi dan ekokardiografi. Setelah diperoleh kepastian
adanya penyempitan pembuluh koroner akan dilakukan angiografi.

Sebagai upaya deteksi dini, Dr. Hary menyarankan agar mereka yang
berusia 35 tahun mulai menjalani tes uji latih (treadmill) setiap tahun sekali. Jika memiliki faktor risiko tinggi seperti kebiasaan merokok, diabetes mellitus, dislipidemia (kelainan profil lemak darah), tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, sebaiknya melakukan tes itu di usia lebih muda lagi.

Bisa juga dipilih pemeriksaan kombinasi ekokardiografi dan tes uji latih yang disebut stress echocardiography. Cara ini dapat memvisualisasikan segmen dinding jantung yang diduga mengalami gangguan pasokan oksigen.

Pemeriksaan yang tergolong baru adalah Magnetic Resonance Angiography (MRA). Untuk mengetahui area jantung mana yang mengalami gangguan pasokan darah bisa dilakukan pemeriksaan dengan radio isotop Thalium atau Technicium. Teknik invasif seperti katerisasi memang sensitivitasnya hampir 100 persen, tapi sebaiknya dikerjakan hanya bila indikasi lebih positif mengalami PJK.

Keluhan utama
Nyeri dada juga berhubungan erat dengan penyakit paru dan saluran
pernapasan. Contohnya, TB paru (tuberkulosis), bronkitis, pneumonia, asma bronkial, jamur paru, PPOK (penyakit paru obstruksi kronik), penyakit paru kerja, dan kanker paru. Nyeri dada, batuk, dan sesak napas merupakam keluhan utama penderita penyakit pernapasan kronik dan kanker paru ini.

Jerawat, bisul dan luka memar di dada juga bisa menimbulkan nyeri dada. "Herpes zoster menimbulkan nyeri dada yang sangat sakit, kendati belum terjadi kelainan di kulit," ungkap Dr. Alexander K. Ginting S., dokter dari RSPAD Gatot Subroto.

Rangsangan atau tekanan di pleura parietal (selaput rongga dada juga menimbulkan nyeri dada. Iritasi pada bronkus akibat mengisap asap, debu, dan zat kimia juga sering menimbulkan keluhan nyeri dada seperti terbakar.

Rokok memberi sumbangan yang amat besar untuk terjadinya penyakit
pernapasan kronik serta kanker paru. Telah diketahui bahwa di dalam asap rokok terdapat 63 komponen yang bersifat karsinogenik atau zat penyebab penyakit kanker.

Nyeri dada ternyata juga merupakan gejala khas adanya peningkatan asam lambung dan berbagai asam lambung itu ke tonggorokan. Demikian menurut Dr. H. Syafruddin A.R. Lelosutan, Sp.PD., dari bagian
SubGastroenterologi-Hepatologi Departemen Penyakit Dalam, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Gangguan itu biasa disebut penyakit refluks
gastroesofageal (PRGE).

Penderita nyeri dada akibat PRGE sebenarnya cukup banyak. Namun, banyak orang lebih cenderung berpikir tentang gangguan jantung dan paru, bila mengalami nyeri dada.

Sebuah penelitian di Orlando, Amerika Serikat, pada tahun 1995 menemukan bahwa PRGE terjadi pada 40 persen populasi orang dewasa. Insiden itu meningkat pada kelompok usia lebih dari 40 tahun dan lebih banyak terjadi pada pria.
Sumber: Senior

Olahraga, Kunci Utama Pengobatan Nyeri Pinggang

Olahraga, Kunci Utama Pengobatan Nyeri Pinggang
Jangan terburu-buru minum obat jika rasa nyeri mulai melanda tubuh anda,terutama di bagian pinggang. Obat bukan cuma satu-satunya penyelamat untuk mengatasi rasa nyeri. Bisa jadi, olahraga yang memacu gerakan tubuh yang dinamis adalah terapi terbaik.

dr. KRT. Lucas Meliala, SpKJ, SpS(K) mengungkapkan hal itu kepada Pusat Data Persi di sela-sela simposium paradigma baru Penatalaksanaan Nyeri yang diselenggarakan Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Halim Perdanakusuma di Jakarta akhir pekan lalu.

Meliala mengungkapkan, hampir 90% nyeri yang terjadi pada tubuh manusia, terutama pinggang dipicu oleh kondisi under use atau kurang gerak. Kurang gerak dapat memicu kekakuan otot sehingga saat tubuh dikondisikan untuk mengangkat benda berat atau banyak bergerak, timbullah rasa nyeri tersebut.

"Untuk itu, sebenarnya tidak perlu obat, terutam obat yang diminum. Jika mau gunakan saja balsem atau koyo. Hati-hati, obat kimia justru dapat berefek negatif. Sebaiknya, istirahatkan saja tubuh anda. Lihat perkembangannya, jika nyerinya tergolong ringan tak perlu obat apa pun. Itu hanya pertanda, di masa datang anda harus makin rajin bergerak untuk melatih otot anda," kata Meliala.

Meliala menegaskan, kunci terbaik untuk menangani nyeri adalah olahraga. Namun, hati-hati pula, tubuh yang terlalu banyak bergerak atau over use juga dapat menjadi bumerang.

Selain itu, kata Meliala, posisikan juga tubuh Anda secara benar dan tepat saat mengangkat beban, terutama beban berat. "Jangan sembarangan angkat-angkat. Posisikan tubuh anda secara tepat dengan beban yang akan diangkat. Jika mungkin, jangan gunakan hanya satu tangan, gunakan dua tangan untuk membagi beban tubuh itu secara merata," ujar Meliala. (IIS)

Sumber: PdPersi

25 February 2008

Belajar ABAP: Susahkah?

Belajar ABAP: Susahkah?
Penulis: Joko Supriyanto
Banyak sekali pertanyaan dari para pemula khususnya tentang mempelajari bahasa pemrograman. Pertanyaan serupa juga sering kita dengar dari para senior programmer yang merasa sudah terlalu tua untuk mempelajari bahasa pemrograman yang baru.
Dalam artikel ini, saya akan mencoba mengupas bagaimana mempelajari bahasa pemrograman ABAP yang merupakan kependekan dari Advanced Business Application Programming yang terintegrasi dengan SAP R/3
Sebelum memulai mengupas masalah pemrograman ABAP, maka kita harus tahu terlebih dahulu apakah itu SAP R/3 sebagai pondasi dari seluruh aplikasi yang dijalankan diatasnya apakah itu Akuntansi, Logistik, Kepegawaian dan lain-lainnya.

Apa Yang Pekerja TI Inginkan?


Pekerja TI biasanya lebih optimis dibandingkan dengan pekerja pada bidang yang lainnnya. Banyak sekali kesempatan yang masih terbuka untuk pekerja TI dimana-mana. Jika mereka bagus, maka mereka akan mendapatkan banyak kesempatan yang mereka dapat pilih.

Pernahkan anda jumpai pekerja TI yang merasa kuatir akan kehilangan pekerjaannya? Berapa banyak pekerja selain TI mengeluh akan kecilnya gaji yang mereka terima?



Saya hanya akan mengupas sedikit mengenai system dasar dan bagaimana hubungannya dengan keseluruhan sistim R/3. Untuk itu maka penjelasan ini akan dibagi menjadi 3 bagian. Pertama, kita akan mengupas mengenai system dasar secara keseluruhan. Kedua, lebih memfokuskan pada aplikasi dan terakhir membahas process kerja yang merupakan salah satu komponen dari aplikasi

Sistim Dasar R/3

Perbedaan antara logical dan hardware atau software adalah tidak satupun dari komponen bisa dimasukan kedalam spesifik hardware atau software. Sistim R/3 terdiri dari beberapa komponen.

Kernel & Basis Services
Komponen ini yang mengatur semua proses dari semua aplikasi yang berjalan diatas R/3 baik itu hardware, system operasi maupun operasi yang dijalankan di database. Semua task dijalankan disini yang meliputi: Aplikasi yang sedang berjalan, administrasi pengguna dan proses, akses database, komunikasi dengan system yang lain baik itu SAP maupun yang bukan SAP dan komponen yang memonitor dan mengontrol R/3 selagi proses sedang berjalan.

ABAP Workbench
ABAP Workbench adalah komponen yang terintegrasi yang merupakan tempat dimana para programmer membangun aplikasi yang berjalan diatas R/3 dalam bahasa ABAP. DenPOST http://www.blogger.com/post-create.do HTTP/1.0gan ABAP Workbench, anda bisa membuat, merubah, melakukan uji-coba, mengorganisasi pengembangan aplikasi.

Komponen Presentasi
Komponen ini bertanggung jawab untuk interaksi antara sistim R/3 dengan pengguna, dan juga dengan komponen lainnya misalnya aplikasi pengolahan dokumen.

Saya tidak akan membahas system R/3 dipandang dari hardware dan software, akan tetapi akan lebih menjelaskan mengenai pandangan user terhadap R/3 ini yang nantinya akan berkaitan dengan belajar ABAP.

Sebagai pengguna, apa yang terlihat dari sistim R/3 adalah apa yang ditampilkan di layar monitor. Tampilan-tampilan tersebut dibangkitkan oleh presentation layer sedangkan form isian merupakan salah satu bagian dari system dasar R/3.

Untuk dapat masuk ke dalam system R/3, pengguna harus menggunakan aplikasi yang di install di komputernya yang biasa disebut SAP Logon. SAP Logon akan menghubungkan pengguna dengan system R/3 dan menjalankan SAPGui. SAPGui akan menjalankan halaman utama dari system R/3 setelah pengguna memasukan user id dan kata sandi. Didalam SAPGui, semua screen yang dibuka merepresentasikan sebuah sesi yang memungkinkan pengguna bekerja secara paralel dan idenpenden antara proses yang satu dengan yang lainnya.

Aplikasi Server

Semua program berjalan di aplikasi server. Komponen itu sangat penting didalam system R/3. Aplikasi server berkomunikasi dengan komponen lainnya antara lain presentasi, database dan juga system R/3 lainnya dengan menggunakan pesan/message server. Didalam aplikasi server ini ada beberapa komponen, diataranya Work Process (yang menjalankan program), Dispatcher (penghubung antara work process dengan pengguna), Gateway (interface untuk berkomunikasi dengan aplikasi server lainnya baik dalam system R/3 yang sama maupun system yang lain) dan Share Memory (mengatur penggunaan share memory). Saya tidak akan menjelaskan masing-masing komponen tersebut secara detail, saya hanya akan menjelaskan mengenai work process secara detail karena salah satu bagian dari work process adalah ABAP Processor.

Work Process

Work proses menjalankan masing-masing dialog step di aplikasi R/3.

Komponen dari Work Process terdiri dari 2 pengolah aplikasi dan satu interface untuk database.

Screen Processor

Di dalam R/3 pemrograman, ada perbedaan antara interaksi pengguna dengan logika pemrosesan. Kalau dilihat dari pemrograman, interaksi pengguna dikontrol dari layar monitor dan juga input baik itu dari keyboard ataupun dari peralatan input lainnya. Screen processor mengolah arus logika dari layar monitor melalui dispatcher, mengambil alih tanggung jawab untuk berkomunikasi dengan work process dan SAPGui, juga menyakinkan bahwa semua isi yang dikirimkan dari layar monitor ke logika process.

ABAP Processor

Logika pemrosesan dari program aplikasi ditulis dalam bahasa ABAP. ABAP processor menjalankan logika pemrosesan dan berkomunikasi dengan interface database. Screen processor memberikan informasi kepada ABAP processor mengenai bagian mana dari layar yang seharusnya dijalankan.

Database Inteface

Komponen ini memberikan pelayanan sebagai berikut:

- Memulai dan mengakiri hubungan antara work process dengan database
- Mengakses tabel di database
- Mengakses R/3 Obyek repository
- Mengakses Katalog informasi (Data Dictionary)
- Mengontrol transaksi
- Mengadministrasi tabel buffer

Jika kita kelompokan work process ini berdasarkan tipe-tipenya, maka work process ini bisa dibagi menjadi 5 tipe yang meliputi Dialog Work Process (yang mengatur permintaan dari pengguna yang aktif), Update Work Process (menjalankan permintaan update database), Background Work Process (memprocess program yang dapat dijalankan tanpa adanya interaksi dari pengguna), Enqueue Work Process (meng-administrasi table yang di kunci didalam share memory) dan Spool Work Process (mengirimkan data berurutan ke printer atau ke media yang lainnya untuk arsip)

Pengenalan Komponen dari Pemrograman Aplikasi

Setelah mengenal system dasar R/3, maka sekarang saatnya untuk mengenal komponen dari pemrograman aplikasi di dalam sistim R/3. Sebagaimana telah saya jelaskan sebelumnya bahsa aplikasi yang berjalan di R/3 hampir semuanya ditulis dengan ABAP. Masing-masing komponen dari program disimpan didalam database yang biasa disebut R/3 Repository. R/3 Repository ini yang melayani sebagai pusat penyimpanan dari semua obyek yang dikembangkan di sistim R/3.

Tentunya anda telah bertanya-tanya, kapan mulai mempelajari pemrograman ABAPnya?

Seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya bahwa mempelajari bahasa pemrograman itu tidaklah susah, yang penting harus sudah mengerti konsep dari system yang akan kita kembangkan. Tanpa mengetahui konsep dari system yang akan kita kembangkan, maka belajar pemrograman menjadi sulit dan bahkan membuat putus asa di tengah jalan.

Untuk lebih jauh mempelajari pemrograman ABAP, Kita akan bahas lebih lanjut di Majalah Komputer & Teknologi edisi selanjutnya. Komentar dan saran bisa dikirimkan ke jsupriyanto@gmail.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya