20 July 2007

Apakah yang disebut dengan kekayaan yang utuh?

Apakah yang disebut dengan kekayaan yang utuh?
Saya ulangi definisi saya untuk kebahagiaan bisnis pada discourse sebelumnya :

"Kebahagiaan bisnis adalah kebebasan untuk melakukan yang ingin kita lakukan, dan dalam melakukannya kita dikenali dengan kekayaan yang utuh."

Setelah mencermati definisi kebahagiaan bisnis di atas, menurut Anda:
Apakah yang disebut dengan kekayaan yang utuh?

Jawaban bagi pertanyaan "Apakah yang disebut dengan kekayaan yang utuh?", seyogyanya sederhana, tetapi urutan logika untuk sampai pada kesederhanaan pengertian itu - cukup menantang.

KEKAYAAN YANG UTUH
Mario Teguh

Ketahuilah bahwa kekayaan mu mendahului sebutan mu sebagai orang kaya, karena engkau harus mencapai kekayaan itu sebelum engkau pantas disebut kaya.

Kekayaan membutuhkan pembuktian.
Orang yang malas dan tidak sibuk terlibat dalam kesibukan saudara-saudaranya untuk saling menguntungkan, akan menjadi pembukti bahwa kemalasan adalah sumber dari semua kemiskinan.

Engkau akan menjadi kaya bila diri mu dan yang kau lakukan memperkaya orang lain.
Hanya karena engkau memberi, engkau akan menerima.
Maka janganlah engkau meniru mereka yang hanya mau mengambil. Orang yang hanya mau mengambil, akan jarang menerima. Dan bila dia tidak memperbaiki diri, dia akan terpaksa membangun keahlian untuk mengambil dan mencuri. Dia akan bahkan menyuapkan makanan hasil curian ke mulut bayinya yang masih suci.
Hanya karena engkau memberi, engkau akan menerima.

Engkau tidak akan bisa memberikan yang tidak kau miliki; maka bila engkau bersungguh-sungguh untuk memberi – padahal engkau tidak memiliki yang akan kau berikan – alam akan memberi mu apa pun yang akan kau berikan.

Sehingga, bila engkau ingin menerima sesuatu, maka bersungguh-sungguhlah untuk mengupayakan hal yang sama bagi orang lain.

Dan, bila engkau memimpikan untuk menerima yang banyak, apakah jawaban mu bagi pertanyaan :

Seberapa besar kah rencana mu untuk memberi?

Kebahagiaan mu adalah

kebebasan untuk melakukan yang ingin kau lakukan,

dan dalam melakukannya

engkau dikenali dengan kekayaan yang utuh.

Kekayaan yang utuh tidak memiliki bentuk keutuhan yang bisa kau lihat, kau sentuh, kau timbang, atau yang bisa kau rincikan.

Engkau tidak akan mampu merincikan semua pembentuk kekayaan mu yang utuh, karena banyak sekali dari rincian itu yang terlalu biasa untuk kau sadari.

Seperti; kesehatan otot punggung mu POSPOST http://www.blogger.com/post-create.do HTTP/1.0T http://www.blogger.com/post-create.do HTTP/1.0POST http://www.blogger.com/post-create.do HTTP/1.0yang memungkinkan mu untuk berdiri tegak, kesehatan otot lidah mu yang memungkinkan mu menyampaikan pendapat, dan aliran udara segar ke dada mu yang memungkinkan keseluruhan keberadaan mu.

Tetapi,

Perhatikanlah bagaimana engkau sering mengeluhkan

yang tidak mau miliki

dengan menyepelekan yang telah ada pada mu?

Dalam upaya mu mencari kenikmatan sesaat yang menyesatkan, perhatikanlah bagaimana engkau menyepelekan udara yang bersih – dan menggantikannya dengan udara bakaran yang kotor – sebagai pengisi dada mu?

Jangan sampai ada orang yang bertanya kepada mu: Nikmat alam yang mana lagi kah yang akan kau sepelekan?

Bila engkau bersungguh-sungguh ingin merincikan kekayaan mu – bahkan yang belum kau rasakan utuh itu – engkau tidak akan mampu melakukannya.

Sadarilah, walau pun engkau merasa miskin, engkau sebetulnya kaya. Karena; di dalam niat alam untuk memuliakan mu, terdapat kesibukan yang dimulai jauh sebelum kelahiran mu - untuk memperkaya diri dan hidup mu.

Maka,

Sejajarkanlah perilaku mu dengan perilaku alam.
Bila perilaku mu sesuai dengan kehendak alam, engkau sudah menjadi kaya sebelum orang lain menyadari kekayaan mu.

Dengannya, engkau hanya akan menjadi betul-betul miskin, bila perilaku mu tidak memuliakan perilaku alam untuk mu.

Maka,

Datang dan bermanja-manjalah kepada Tuhan mu.

Beritahulah Beliau bahwa engkau sangat menyayangi-Nya.

Bisikkanlah bahwa Beliau adalah kekasih mu,

bahwa cinta mu kepada-Nya adalah dasar dari semua kecintaan mu,

bahwa Beliau adalah alasan bagi semua kebaikan mu,

bahwa Beliau adalah tujuan dari hidup mu,

dan kepada Beliau-lah jiwa mu akan kembali.

Mintalah kepada-Nya

agar Beliau memudahkan pengertian baik bagi mu,

agar mudah bagi mu untuk melihat jalan yang terang,

agar mudah bagi mu untuk mengerti rencana Tuhan bagi mu.


Mintalah kepada-Nya

agar Beliau memasukkan mu ke tempat masuk yang benar,

agar Beliau mengeluarkan mu dari jalan keluar yang benar,

dan agar Beliau mengirimkan kekuatan dari sisi-Nya yang menolong mu.

Mintalah kepada-Nya

agar Beliau menjaga kesejajaran perilaku mu

dengan perilaku alam.


Mintalah kepada-Nya

agar Beliau menyayangi mu.

Katakanlah kepada-Nya

bahwa tidak ada yang lebih penting bagi mu

selain senyum sayang Tuhan

kepada Mu.

Bila mata mu basah,

itu karena air mata mu adalah senyum hati mu

yang merasakan senyum Tuhan.

Mata mu memang tidak bisa melihat senyum Tuhan,

tetapi senyum Tuhan mu menyentuh segala sesuatu.

Dan dari semua yang bisa disentuh-Nya

Beliau mengutamakan

sentuhan pada jiwa mu.

Bagi Tuhan mu - engkau penting.


Kekayaan yang utuh itu

membangun keseluruhan bentuknya

di dalam jiwa mu.

Bila jiwa mu kaya, jiwa mu memiliki permukaan yang rata, halus, dan bening berkilau. Jiwa mu disebut kaya bila ia damai.

Dengannya,
Kekayaan yang utuh adalah sebuah jiwa yang damai.

Tetapi janganlah engkau merasa cepat mengerti.

Jiwa yang damai itu

tidak akan pernah merasa cukup

dengan dirinya sendiri.
Jiwa yang kaya akan tetap memohon peran untuk mewakili tanggung jawab alam untuk memuliakan kemanusiaan.
Jiwa yang damai itu aktif, bergerak dan menggerakkan, maju dan memajukan, tinggi dan meninggikan, dan - mulia dan memuliakan.
Kekayaan jiwa mu adalah sebuah kedamaian yang aktif.
Sehingga sebetulnya, kedamaian jiwa mu itu hanyalah tampilan permukaan dari sebuah jiwa yang bergelora dengan kerinduan untuk memperkaya jiwa saudara-saudara mu.

Maka tegapkanlah diri mu.
Damaikanlah jiwa mu,

karena di dalam kedamaian

terurai pengertian yang jelas

mengenai kekuatan-kekuatan mu.

Lalu, perhatikanlah bahwa

Kekayaan yang utuh itu lengkap.

Tetapi karena tidak ada yang betul-betul lengkap di dalam kehidupan mu, maka kelengkapan kekayaan mu datang dari kemampuan jiwa mu untuk melengkapi yang kurang pada mu.

Lengkap itu tidak kurang.

Maka upayakanlah pelengkapan dari hidup mu.

Dan bila masih ada yang kurang, jiwa mu akan menggunakan kekuatannya untuk mensyukuri apa pun yang ada - agar engkau mengerti bahwa bagi jiwa yang damai – lengkap itu tidak harus banyak.

Sekali lagi, …

Lengkap itu tidak harus banyak.

Kemampuan untuk bersyukur

adalah pelengkap yang paling kuat

bagi kekurangan yang sebesar apa pun.

Kemampuan untuk bersyukur akan membuka tabir yang menutupi kualitas mutu menikam dari hal-hal kecil yang selama ini mungkin tidak terlihat oleh mu.

Maka berikhlaslah dengan masa lalu mu,

ramahlah sepanjang hari ini,

dan berharaplah untuk masa depan mu.

Karena

Kekayaan yang utuh adalah sebuah jiwa yang damai.

Sadarilah bahwa

Engkau paling kuat, saat engkau damai.

Super Members terkasih,
Terima kasih atas kebersamaan yang membahagiakan ini.

Sampai kita bertemu lagi nanti.

Salam super,
Mario Teguh


No comments: