20 July 2007

Ragu Atas Kemampuan Diri

Ragu Atas Kemampuan Diri

Pak Mario yang terkasih,
Saya sedang dihadapkan pada 2 pilihan, antara tetap bekerja di tempat sekarang atau menerima tantangan pekerjaan baru sebagai Agen Asuransi. Bahkan sudah selama 2 bulan terakhir ini saya ikut training dan praktek di luar jam kerja. Saya merasa bahwa pekerjaan baru ini bisa memberikan sesuatu yang lebih untuk masa depan saya dibandingkan tempat bekerja sekarang.

Meski sangat ingin mencoba pekerjaan baru ini tapi saya masih ragu apakah saya mampu menjalani pekerjaan itu dengan meninggalkan pekerjaan sekarang yang sudah jelas memberikan kenyamanan selama ini?

Agus Hamdan, Kebumen

Mario Teguh menjawab:


Terima kasih atas pertanyaan Pak Agus Hamdan yang sangat baik.

Pak Agus yang baik, dia yang memulai dengan membayangkan ketidak-mampuannya, akan merasa sangat lemah dan berlaku seperti tidak menginginkan keberhasilan.
Padahal seharusnya, semakin dia merasa tidak akan mampu mencapai impiannya - semakin keras dia bekerja dan menyiapkan dirinya.
Kemudian, dia yang tidak menyukai sesuatu, sering membatasi ketertarikannya untuk mengerti mengenai yang tidak disukainya itu. Padahal, bagaimana mungkin kita bisa secara adil menolak sesuatu tanpa pengertian? Dan karena ketidak-sukaannya itu, dia membatasi apa yang mungkin dipelajarinya, dan dengannya dia juga membatasi apa yang bisa dimengertinya. Dan mungkin itulah alasan mengapa dia jauh dari pengertian yang bisa meledakkannya, dan yang akan melantingkannya ke kelas-kelas bintang.

Pak Agus yang baik. Tidak ada orang yang tidak memiliki kemungkinan bagi keberhasilannya. Dia hanya dibatasi oleh kesediaannya untuk keluar dari zona kenyamanannya untuk masuk ke wilayah-wilayah baru yang subur bagi pengembangan peran pribadinya.

Untuk itu Pak Agus, dia harus bersedia memperbaiki zona pengertiannya. Karena, sebuah zona kita sebut 'nyaman' karena kita merasa telah mengerti sifat-sifat zona itu dengan baik.

Begitu dulu ya, Pak Agus Hamdan.

Salam Super,
Mario Teguh


No comments: